Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Gurano Bintang

Gurano Bintang atau Hiu paus, dalam bahasa latin Rhincodon typus atau dalam bahasa Inggris whale shark, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Dinamakan ikan hiu paus karena ukuran tubuhnya yang besar dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Disebut pula dengan nama geger lintang (dari bahasa Jawa: punggung berbintang) atau Gurano bintang dari bahasa Papua. merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit. Satwa laut ini mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat, dan dapat hidup hingga berusia 70 tahun.  

Meskipun ukuran tubuhnya besar, gurano bintang diketahui tidak berbahaya bagi manusia. Gurano bintang adalah hewan laut yang jinak dan kadang-kadang membiarkan para penyelam menungganginya, walaupun tindakan ini tidak dibenarkan oleh para peneliti hiu dan konservasionis. Hewan ini sebenarnya cukup lembut dan dapat diajak bermain-main oleh para penyelam. Populasi gurano bintang ini banyak dijumpai di sejumlah perairan dunia seperti Thailand, Maladewa, Filipina, Taiwan, Malaysia, Pulau Christmas, Sri Lanka dan lain-lain.

Status Hiu Paus secara Internasional dan Nasional

  • Tahun 1999, hiu paus ditetapkan masuk ke dalam Appendix II Convention on Migratory Species (CMS) yang artinya hiu paus baru akan ‘merasakan’ dampak yang signifikan bila perlindungan dan manajemennya diterapkan melalui kerja sama internasional.
  • Tahun 2000, hiu paus masuk dalam Daftar Merah untuk Species Terancam International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status rentan (vulnerable) yang artinya populasinya sudah tereduksi sebanyak 20-50% dalam kurun waktu 10 tahun atau 3 generasi.
  • Tahun 2002, hiu paus akhirnya dimasukkan dalam Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang artinya dianggap belum terancam untuk saat ini, tapi akan terancam bila tidak dilindungi oleh aturan yang tegas.
  • Di Indonesia, sejak 20 Mei 2013, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18/Kepmen-KP/2013, hiu paus telah dilindungi secara penuh di Perairan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa segala bentuk eksploitasi terhadap ikan ini termasuk bagian-bagiannya dilarang.