Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Si Cantik, Bunga Soka dalam Cerita India Kuno

Soka atau Kembang Jarum (Ixora coccinea) adalah bunga yang cantik dan tidak manja. Mudah ditanam, hanya dengan stek saja sudah bisa tumbuh. Soka bisa dimanfaatkan sebagai hiasan yang ditanam di dalam pot atau langsung di tanah. Daunnya rimbunan dan dahan-dahannya kuat. Soka bisa juga dijadikan sebagai pagar hidup yang ditanam di sekeliling rumah atau halaman.

Manfaat bunga ini bagi kaum perempuan ternyata tidak hanya sebatas fungsi estetikanya saja. Bagi mereka yang menderita menorhagia atau haid yang berlebihan, tanaman Soka bisa berfungsi sebagai astringent yang bekerja sebagai pereda stres bagi otot-otot rahim.  

Ambil 4 ons kulit tanaman Soka, sedikit susu, dan dua cangkir air direbus sampai menyisakan kira-kira setengah cangkir. Jika diminum 2-3 kali sehari selama mengalami haid yang berlebihan efeknya akan sangat signifikan. Kandungan kulit tanaman Soka akan bekerja di serat otot rahim, merangsang endometrium dan jaringan ovarium sehingga haid yang berlebihan bisa diatasi.

KISAH RAJA ASHOKA

Istilah bunga Soka sendiri berasal dari kata Asoka, diambil dari nama seorang raja bernama “Ashoka” dalam cerita India Kuno. Sering juga disebutAsoka yang Agung (juga Ashoka, Aśoka, dilafazkan sebagai Asyoka) adalah penguasa Kekaisaran Maurya dari 273 SM sampai 232 SM. Seorang penganut agama Buddha, Asoka menguasai sebagian besar anak benua India, dari apa yang sekarang disebut Afganistan sampai Bangladesh dan di selatan sampai sejauh Mysore.

Nama "Asoka" berarti 'tanpa duka' dalam bahasa Sanskerta (a – tanpa, soka – duka). Asoka adalah pemimpin pertama Bharata (India) Kuno, setelah para pemimpin Mahabharata yang termasyhur, yang menyatukan wilayah yang sangat luas ini di bawah kekaisarannya, yang bahkan melampaui batas-batas wilayah kedaulatan negara India dewasa ini.

Sang penulis Britania H. G. Wells menulis tentang Asoka: "Dalam sejarah dunia, ada ribuan raja dan kaisar yang menyebut diri mereka sendiri ‘Yang Agung’, ‘Yang Mulia’ dan ‘Yang Sangat Mulia’ dan sebagainya. Mereka bersinar selama suatu waktu singkat, dan kemudian cepat menghilang. Tetapi Asoka tetap bersinar dan bersinar cemerlang seperti sebuah bintang cemerlang bahkan sampai hari ini" (Aslinya dalam bahasa Inggris: "In the history of the world there have been thousands of kings and emperors who called themselves 'Their Highnesses', 'Their Majesties' and 'Their Exalted Majesties' and so on. They shone for a brief moment, and as quickly disappeared. But Ashoka shines and shines brightly like a bright star, even unto this day").

(foto bparlupi/dari berbagai sumber)