Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Pembuatan Pupuk Cair Beraroma Buah dari Bahan Organik

Produksi pupuk cair sekarang beragam macam ragamnya, dan yang unik disini adalah karena aromanya berbau buah yang disebabkan karena bahan bakunya sisa-sisa buah. 

Komposisi pupuk cair sebagai berikut:

  • Carbon (C) : 2,37-2,47%
  • Nitrogen (N) : 0,14 - 0,15%
  • Kalium (K) : 0,14 -0,15%
  • Pospor (P) : 0,54 - 0,57%
  • dll



Berikut cara pembuatannya: 

CARA PEMBUATAN ALAT 

BAHAN 

  • Ember 25 L, Gentong 120 L, Drum 200 L. dengan tutup 
  • Stop kran (1-1,5 inch) 
  • Sock berderat pipa paralon PVC (ukuran sesuaikan dengan stop kran) 
  • Sealent, seal karet ban dalam 
  • Plat plastik yang dibolong-bolonngkan sesuai dengan ukuran ember, gentong, drum


TAHAPAN PEMBUATAN ALAT 

  • Pasang pelat plastik (sesuai dengan ukuran) yang sudah dilubangi ke dalam ember, gentong dan drum 
  • Beri penahan (setengah batu bata, sebuah atau beberapa buah) di bawah pelat plastik, untuk menahan sampah yang akan dijadikan pupuk cair tidak sampai ke dasar ember, gentong, drum 
  • Ember, gentong, drum dibagian bawah diberi lubang kesamping sesuai dengan ukuran stop keran 
  • Stop kran dipasang di lubang tersebut, dengan dilapisi karet seal dibagian luar dan dalam dari bagian dalam dipasangkan sock pipa plastik dengan stop keran (ukuran yang sesuai) dikencangkan secukupnya dengan keyakinan stop keran tidak bocor

OPERASIONAL PEMBUATAN PUPUK CAIR 

  • Bahan sampah sisa buah sisa buah dicincang (bila malas tidak usah) 
  • Masukan ke dalam ember Isi ember sampai penuh 
  • Dapat ditambahkan bibit bakteri (EM-4, air kotor, comberan, dll) 
  • Ember ditutup Sampah sisa buah dieram pada suhu ruangan 
  • Selang beberapa hari pupuk cair keluar dan ditampung dengan wadah secukupnya. 
  • Bau yang khas yaitu bau buah yang sudah difermentasi dapat dilakukan secara berulang selang beberapa hari 
  • Pupuk cair di aerasi secukupnya untuk membuang gas (bau) hasil fermentasi/pengomposan sampah sisa buah-buahan 
  • Pupuk cair yang sudah diaerasi (baunya hilang) dimasukan kedalam pewadahan atau kemasan bertutup

KETERANGAN TAMBAHAN 

  • Apabila beberapa waktu, sampah sisa buah dalam ember akan menyusut (karena proses fermentasi) maka dapat ditambahkan lagi sampah sisa buah sampai penuh lagi, dst 
  • Bila ember sudah penuh dengan padatan pembuatan cair di kosongkan dan dibersihkan, serta ditata kembali seperti semula dan pembuatan pupuk cair dapat diulang kembali dst, seperti yang diuraikan diatas 
  • Padatan dari pembuatan pupuk cair ini dapat dijadikan kompos dengan proses pengkomposan sampah padat 

Oleh : Agung Munandar Dari : Makalah presentasi Prof I Made Djaja dalam seminar pengembangan kompetensi departemen kesehatan lingkungan FKM UI