Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

SDGs di Indonesia

Indonesia, melalui Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu, berkomitmen ikut agenda pembangunan global pada kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG). Kerangka itu ialah perpanjangan program Tujuan Pembangunan Milenium(Millenium Development Goal/MDG) yang selesai tahun 2015 lalu. Indonesia terlambat 8-10 tahun dalam pelaksanaan MDG, sehingga belum mampu mencapai target 19 indikator dari 67 indikator MDG. Indikator yang tidak tercapai antara lain mengurangi penduduk miskin, menekan kematian ibu melahirkan dan meminimalkan jumlah balita bergizi kurang. Sebagian besar dari indikator di atas ada dalam sektor kesehatan, namun dipicu berbagai sektor lain seperti pendidikan, sanitasi dan keterbatasan infrastruktur. Kegagalan pencapaian target MDG juga disebabkan kurang dilibatkannya kelompok masyarakat sipil dan dunia usaha. (KOMPAS, 20 Mei 2016)

Di tengah berbagai isu nasional saat ini, Indonesia tentu tidak boleh melupakan komitmennya terhadap pelaksanaan SDG. Indonesia turut mendeklarasikan agenda pembangunan itu pada 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat.

SDG berisi tujuan pembangunan berkelanjutan, memiliki batas waktu tertentu dan target terukur yang harus dicapai hingga akhir 2030. Implementasi SDG menjadi komitmen negara terhadap rakyat Indonesia dan komitmen Indonesia kepada masyarakat global. Sonny Harry B. Harmadi, KOMPAS, 14 April 2016).

SDG menggantikan MDG yang tidak lagi berlaku mulai tahun 2016. Disepakati terdapat 17 tujuan dengan 169 target dan 240 indikator yang terukur dan menjadi komitmen 193 negara untuk melaksanakannya.

17 target SDG yang dimaksud menurut laman sustainabledevelopment.un.org adalah:

  1. Penghapusan Kemiskinan
  2. Penghapusan Kelaparan
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan
  4. Pendidikan Berkualitas
  5. Kesetaraan Jender
  6. Air Bersih dan Sanitasi
  7. Energi Bersih dan Terjangkau
  8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak
  9. Infrastruktur Tangguh, Industri Inklusif dan Inovatif
  10. Penurunan Kesenjangan
  11. Kota Inklusif dan Berkelanjutan
  12. Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan
  13. Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana
  14. Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan Ekosistem Laut
  15. Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan Ekosistem Darat
  16. Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Kokoh
  17. Kemitraan untuk Semua Tujuan Pembangunan.

Menurut Sonny Harry B. Harmadi, meskipun jumlah tujuan dalam SDG lebih banyak (17 tujuan) dibandingkan dengan MDG (hanya 8 tujuan), tetapi kita dapat membagi ke-17 tujuan tersebut ke dalam tiga pilar utama:

  • Pilar Pertama yaitu PEMBANGUNAN MANUSIA, mencakup kesehatan, pendidikan dan kesetaraan jender.
  • Pilar Kedua yaitu PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIAL, seperti ketimpangan, kemiskinan, ketersediaan sarana dan pra-sarana lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi.
  • Pilar Ketiga yaitu PEMBANGUNAN LINGKUNGAN, yang berupaya menjaga ketersediaan Sumber Daya Alam dan kualitas lingkungan yang baik.

Perbedaan antara MDG dan SDG secara prinsip adalah SDG lebih ambisius dan lebih sulit pencapaiannya dibandingkan dengan MDG. Jika di dalam MDG banyak indikator yang hanya membebani target pengurangan “hingga setengahnya”, maka SDG justru ingin menuntaskan sebagian indikatornya menjadi “zero goals”. Jika MDG ditargetkan pada 2000-2015, maka SDG akan diterapkan dan diadopsi 193 negara pada 2016-2030.

Pemerintah baik pusat, maupun daerah harus segera menyusun peraturan dan kebijakan pendukung, peta jalan (road map) pencapaian SDG, serta pedoman teknis yang dibutuhkan. Ketiganya berfungsi menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah. Pemerintah Daerah juga berperan penting untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) implementasi SDG hingga tahun 2030.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Perencanaan Daerah(BAPPEDA) dapat segera menyesuaikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2010-2030 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 di dalam rangka mengejar 17 target SDG yang seyogyanya juga menjadi Visi dan Misi Gubernur Banten Terpilih 2017-2022 di dalam rangka Menuju Banten Sejahtera berlandaskan Iman dan Taqwa.