Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Manfaatkan kayu sisa menjadi wood handycraft

Harga kayu semakin mahal, terutama kayu keras seperti jati dan mahoni. Para pengrajin aneka perabotan rumah tangga (meubeler) dengan bahan kayu keras dituntut untuk menekan biaya produksi dengan memanfaatkan sepenuhnya kayu keras yang ada agar menjadi produk-produk yang memiliki nilai produksi. Kayu jati dan kayu mahoni dengan kualitas tertentu selalu digunakan sebagai bahan utama meubel seperti kaki meja dan kursi, sandaran kursi, papan almari, kaki almari, mahkota almari dsb. Dalam penggunaan bahan ini, tentu terdapat kayu-kayu sisa yang nyaris tidak bisa dimanfaatkan sebagai bahan meubeler. 

Disinilah kreativitas pengrajin harus bisa digali sehingga kayu sisa tidak akan terbuang percuma. 


Aplikasi utama pemanfaatan kayu sisa meubeler itu antara lain: 

  • Bahan penyokong partisi meubeler. Setiap produk meubeler terdiri dari berbagai jenis partisi-partisi baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Untuk partisi yang terlihat, harus menggunakan bahan kayu yang memiliki kualitas. Namun, partisi yang bersifat tidak terlihat, bisa memanfaatkan kayu sisa. Contohnya adalah untuk sudut-sudut meja, kursi dan almari yang terletak di bagian dalam. Kayu sisa juga bisa digunakan untuk membuat laci dan variasi-variasi kecil pada produk meubeler. 
  • Bahan pembuata partisi handicraft.  Inilah cara mendongkrak nilai bahan yang seringkali dianggap sampah. Serpihan-serpihan kayu sisa industri mebeler tetap saja memiliki diamater, ketebalan dan panjang tertentu. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, desain aneka handicraft bisa dibuat dengan memanfaatkan sepenuhnya kayu sisa sebagai bahan utama. Daerah yang mampu menghasilkan aneka kerajinan handicraft ini antara lain Bojonegoro, Mojokerto dan Ngawi Jawa Timur. Contoh produk handicraft itu adalah mainan mobil-mobilan, sepeda motor, sepeda angin, kapal pinishi, tempat buah, asbak, kotak hantaran, kotak perhiasan dan banyak produk sejenis lainnya. 

Perencanaan Produksi Handicraft 

Sebelum produksi handicraft dengan bahan kayu bekas dilakukan, desain produk harus dibuat terlebih dahulu dengan spesifikasi ukuran produk beserta bahan-bahan pembuatnya. Sebagai contoh adalah untuk produk kapal pinishi dengan spesifikasi sebagai berikut: 

  • Ukuran panjang badan kapal 40cm, terdiri dari sambungan kayu-kayu sepanjang 10cm
  • Ukuran lebar badan kapal adalah 15 cm 
  • Tinggi badan kapal 10cm 
  • Tinggi tiang pancang layar utama 30cm 
  • Jumlah tiang pancang layar adalah 9 buah 
  • Balok frame dasar panjang 15cm x lebar 10cm x tinggi 5cm 
  • Lebar papan pembentuk badan kapal adalah 2cm 
  • Ketebalan papan pembentuk kapal adalah 0,5cm 
  • Layar terbuat dari kayu tipis dengan ketebalan 0,3cm 

Dengan spesifikasi desain tersebut, maka perencaan produksi bisa diawali dengan memilah-milah bahan kayu bekas mana saja yang bisa digunakan. Spesifikasi bahan yang dibutuhkan antara lain: 

  • Kayu dengan ketebalan 0,5cm 
  • Kayu dengan panjang 5cm atau 10cm
  • Kayu dengan lebar 2cm
  • Kayu dengan panjang 30cm untuk dibentuk menjadi lidi dengan diameter 0,5cm
  • Kayu dengan lebar 5cm yang bisa dibentuk menjadi segitiga dengan ketebalan 0,3cm. 

Dengan melihat aneka spesifikasi bahan tersebut, bisa disimpulkan bahwa hamnpir semua kayu bekas fornitur bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk membuat handicraft kapal pinishi yang bernilai tinggi. Padahal, masih banyak handicraft lainnya yang bisa dibuat dengan bahan kayu bekas yang memiliki spesifikasi ukuran lebih kecil seperti mainan mobil-mobilan, sepeda angin dsb. 

Setelah bahan terkumpul dan proses perakitan dilakukan, akan diperlukan bahan-bahan pendukung terutama lem kayu. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses perakitan ini terutama adalah pisau pahat berujung runcing dan bor motor listrik berukuran kecil yang hanya membutuhkan tenaga berarus DC atau baterei. 

Berdasarkan pengalaman para pengrajin kapal pinishi di kota Mojokerto, proses perakitan sebuah kapal pinishi membutuhkan waktu tidak lebih 1 hari apabila bahan-bahan dan desain perakitan sudah siap. Jika kapal pinishi sudah terakit dengan baik dan kuat, proses selanjutnya adalah finishing yaitu pemberian warna dan ornamen-ornamen hiasan yang terbuat dari cutting sticker. Proses finishing juga bisa memerlukan waktu satu hari. 

Setelah miniatur kapal pinishi yang selesai dibuat dengan sempurna, maka siap dijual atau dipamerkan dalam sebuah showroom. Kapal-kapal pinishi yang dibuat para pengrajin dari Mojokerto biasanya sudah dipesan oleh para penggemar dan pedagang handicraft untuk dijual kembali di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan Singapore. Untuk yang berukuran kecil, biasanya dipesan oleh pedagang handicraft dari kota-kota wisata seperti Yogyakarta, Solo, Malang dan Denpasar. Harga ecerannya tergolong sangat tinggi, yaitu berikisar antara Rp150.000,00 hingga bernilai puluhan juta rupiah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Sedangkan untuk handicraft jenis mainan mobil-mobilan, sepeda angin dan sejenisnya bisa dijual sekitar Rp15.000,00 hingga Rp50.000,00. 

Demikianlah, kayu sisa yang biasanya cukup digunakan sebagai kayu bakar saja, ternyata bisa diubah menjadi handicraft yang memiliki nilai jual tinggi, bahkan untuk diekspor ke luar negeri. Kesempatan menjalankan bisnis ini masih besar karena permintaan handicraft kayu bekas tidak akan ada habisnya sejalan dengan kreativitas para pengrjin yang terus berkembang. [AM/kabarukm.com]