Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Bumi kita sedang sakit demam

Hai.. teman teman, tahukah kamu saat ini bumi kita sedang "sakit". Kasihan ya… kenapa bisa sakit seperti itu. Coba saja teman-teman lihat, banyak hutan ditebangi, banyak juga sumber air yang tercemar. Kalau kalian tingal di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, polusi udaranya juga sangat tinggi. Disisi lain banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Tahukah kamu apa akibatnya? Ternyata sampah telah banyak mengotori lingkungan tempat tinggal, sungai, dan pantai.

Wah.. kegiatan seperti itu menjadi beberapa penyebab planet bumi menjadi sakit. Padahal, bumi adalah tempat tinggal kita, manusia, hewan serta tumbuhan. Di muka bumi juga segala mahluk hidup saling menggantungkan nasibnya. Sumber makanan dan sumber energi juga di dapat dari bumi.

Teman, teman yang baik… bumi tempat kita berpijak saat ini dalam kondisi sakit demam. Kondisi suhu tubuhnya semakin bertambah tinggi. Kenapa ya.. bisa disebut demikian? Hal itu terjadi karena pemanasan global. Dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan istilah global warming.   Nah, lewat tulisan ini, penulis mencoba mencari tahu tentang pemanasan global yang terjadi di muka bumi ini. Selamat membaca!  

Pemanasan Global, Apa sih Maksudnya? 

Yang dimaksud dengan pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat naiknya jumlah gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas rumah kaca tersebut diantaranya adalah karbondioksida (CO2), metana (CH4) serta dinitro oksida (N2O). Namun, tahukah teman-teman bahwa dengan naiknya suhu bumi karena pengaruh pemanasan global akan berakibat iklim di dunia ini berubah. Hal itulah banyak orang menyebutnya dengan perubahan iklim atau dalam bahasa inggirsnya ditulis climate change. Nah, jadi jelas bahwa pemanasan global, gas rumah kaca, serta perubahan iklim sangat berkaitan erat. 

Hmm… Kenapa ya.. Bisa Terjadi? 

Pemanasan global dan perubahan iklim terjadi akibat aktivitas manusia. Kegiatan tersebut terutama berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi (bensin, solar, minyak tanah) serta batu bara. Ada juga kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan.  

Sebagai contoh banyaknya gas buang (emisi) dari knalpot kendaraan dan cerobong asap pabrik menimbulkan pencemaran udara. Diantara gas-gas pencemar itu, seperti CO2 termasuk golong gas rumah kaca. Contoh lain adalah akibat dari kebakaran hutan yang menimbulkan asap pekat. Aktivitas manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu peningkatan jumlah gas rumah kaca di angkasa. 

Darimanakah emisi karbondioksida (CO2) dihasilkan? 

  • 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll) 
  • 27% dari sektor transportasi
  • 21% dari sektor industri 
  • 15% dari sektor rumah tangga & jasa 
  • 1% dari sektor lain-lain. 

Tahukah Kamu? 

Sumber utama penghasil CO2 ada 2 macam: 

1. Pembangkit listrik bertenaga batubara. Pembangkit listrik ini membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan. Misalnya energi yang digunakan 100 unit, sementara energi yang dihasilkan 35 unit. Maka, energi yang terbuang adalah ? .............. 

2. Gas buang (emisi) dari kendaraan bermotor. Misalnya suatu kendaraan membutuhkan bahan bakar 7,8 liter per 100 km. Kemudian ia bergerak menempuh jarak 16.000 km. Maka setiap tahunnya akan mengeluarkan gas buang 3 ton CO2 ke udara. Nah , coba bayangkan jika jumlah kendaraan bermotor di Jakarta lebih dari 4 juta kendaraan. Berapa ton karbondioksida yang terlempar ke atmosfer per tahun? ……

Ketika permukaan bumi disinari cahaya matahari, secara alami bumi akan menyerap panasnya dan sebagian panas itu akan dipantulkan ke angkasa. Sayangnya, ada hambatan yang terjadi, karena banyaknya gas-gas rumah kaca (CO2,CH, serta NO2) yang melayang di udara. Gas-gas tersebut menjadi penahan sinar matahari yang seharusnya memancar hingga ke luar angkasa. Akibatnya, cahaya panas tersebut terperangkap di angkasa dan kembali lagi jatuh ke permukaan bumi. 

Oleh para ahli kejadian tersebut diistilahkan dengan efek rumah kaca. Maka terjadilah peningkatan suhu di permukaan bumi. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan pengaruh dari efek rumah kaca atau dikenal dengan nama green house effect. Tanpa adanya gas-gas rumah kaca itu suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Sejak abad ke-17 kondisi gas tersebut meningkat drastis akibat berbagai aktivitas manusia. 

Wah, Apa Saja Dampak dari Naiknya Suhu Bumi? 

Wuih… ternyata banyak bencana yang bisa terjadi akibat pemanasan global. Pemanasan bumi itu akan diikuti dengan perubahan iklim. Dampaknya ternyata dapat meningkatnya curah hujan yang sangat tinggi di beberapa belahan dunia. Tentu teman-teman tahu kan apa akibatnya? 

Ya, benar, dapat menimbulkan banjir dan erosi atau tanah longsor. Parahnya lagi, akibat perubahan iklim di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan karena naiknya suhu udara. Kejadian itu tentu saja akan meningkatnya jumlah tanah kering di mana-mana. Sedihnya lagi, krisis air atau kesulitan mencari sumber air akan terjadi. 

Selain itu daerah yang sering mengalami kekeringan juga semakin lama akan berubah menjadi gurun. Kehidupan flora dan fauna dan manusia yang hidup diatasnya jadi terancam. 

Dampak lain yang akan terjadi akibat pemanasan global dan perubahan iklim adalah: 

  • Bertambahnya tinggi permukaan laut. Hal tersebut dapat menimbulkan tergenangnya kota-kota yang berada di pinggir pantai
  • Naiknya suhu permukaan laut. Bila terjadi, kejadian itu mampu menghancurkan kehidupan terumbu karang di bawah laut. Para peneliti memperkirakan bila terjadi kenaikan suhu akan berakibat matinya terumbu karang atau pemutihan karang (coral bleaching)
  • Meningkatnya suhu udara. Naiknya temperatur udara di lingkungan kita dapat meningkatkan populasi nyamuk. Di sisi lain sejumlah hewan seperti burung serta ikan akan bermigrasi ke belahan bumi yang lebih dingin. Wah .jika gagal, hewan tersebut akan musnah dalam perjalanannya. 

Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut akan naik hingga 15 - 95 cm dan suhu bumi akan meningkat 1.5 – 4.5 derajat Celcius 

Sebaiknya Apa yang Harus Kita Lakukan? 

Bila didiamkan kondisi ini akan berdampak lebih buruk lagi. Bencana akan terjadi di seluruh negeri. Untuk itu, banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Ya, paling tidak kita sebagai pelajar ikut peduli untuk merubah kondisi bumi menjadi lebih baik. Berikut ini adalah upaya untuk menekan laju pemanasan global, yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari: 

Hemat energi 

Hal tersebut dapat dilakukan di rumah atau di sekolah seperti: 

  • Matikan lampu kamar bila tidak ada aktivitas di dalam ruangan
  • Matikan alat elektronik seperti radio, dan tivi bila tidak ditonton
  • Matikan AC atau komputer bila tidak digunakan 
  • Ganti lampu ruangan dengan lampu yang hemat energi
  • Bila bepergian dalam jarak dekat, coba biasakan dengan berjalan kaki atau naik sepeda. 

Penghijauan 

Wah, kegiatan ini tentu asyik dilakukan dimana saja, baik di rumah maupun di sekolah. Tumbuhan tersebut bisa ditanam di dalam pot, atau di halaman. Akan lebih baik lagi bila dlakukan pada lahan kosong atau di pinggir laut dan sungai untuk mencegah erosi. 

Tahukah kamu bahwa banyak sekali fungsi tumbuhan itu. Coba teman-teman ikut membantu menyebutkan manfaat pohon yang lain. Oke! 

  • Pohon adalah "pabrik" oksigen (02) yang alami karena ia mengeluarkan udara bersih dan menyerap zat pencemar di udara seperti CO2 
  • Akarnya berfungsi sebagai penyimpan air yang alami
  • Daun dan buahnya banyak dipakai sebagai sumber makanan bagi manusia dan hewan
  • Pada pohon besar batangnya dipakai untuk bangunan rumah, jembatan dan perabotan rumah tangga. 
  • Pemakaian pupuk buatan pada pertanian akan menghasilkan gas nitro oksida (NO2). Selain itu pembusukan pakan ternak, kotoran hewan, dan sampah organik, akan melepaskan gas metana (CH4) ke angkasa. 

Bergaya Ramah Terhadap Bumi, Yuk! 

Hai.. teman-teman yang baik, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Berikut ini adalah beberapa kegiatan bermanfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Hemat air 

  • Jangan biarkan keran atau pipa air bocor. Tutup keran air serapat mungkin 
  • Pergunakan pancuran air atau shower saat mandi dari pada memakai gayung air
  • Jangan biarkan keran air mengucur deras ketika menyikat gigi 
  • Bila mencuci sepeda atau mobil, sebaiknya pergunakan lap kain dari pada membasuhnya lewat selang air 
  • Buatlah sumur resapan di dalam halaman rumah atau sekolah 

3R (Reuse, Reduce, Recycle) 

Kegiatan ini asyik dilakukan lho! Coba saja terapkan konsep 3R, yaitu: 

  • Reuse (Guna ulang). Gunakan barang bekas yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang berguna. Misalnya kaleng biskuit bekas bisa dijadikan pot tanaman. Riaslah dengan unik botol bekas untuk vas bunga
  • Reduce (Mengurangi). Maksudnya,mengurangi bahan-bahan yang kurang bermanfaat dan hindari pemborosan. Contohnya, kurangi penggunaan kantong plastik baru. Pakailah kantong kertas, tas kain atau kantong plastik yang lama untuk membungkus
  • Recycle (Daur ulang). Kumpulkan kertas koran, buku bekas atau kardus. Karna barang-barang tersebut bisa didaur ulang. Sampah organik seperti daun kering, potongan sayuran, atau kotoran hewan dapat dijadikan pupuk. 

Sayangi Tumbuhan dan Satwa 

  • Rawatlah aneka pohon di sekitar tempat tinggal kita dengan cara rutin menyiramnya dan memberi pupuk alami
  • Hindari menangkap burung liar atau serangga kecil seperti capung, kupu-kupu dan kumbang. Wah, kenapaya..? Karena hewan tersebut ikut membantu proses penyerbukan pada tumbuhan 
  • Jangan memelihara satwa liar apalagi hewan langka seperti burung kakaktua, orangutan, serta macan. Karena habitat fauna tersebut ada di hutan rimba
  • Bila ingin memelihara binatang di rumah, rawatkah hewan peliharaan yang jinak seperti kucing, kelinci, atau ikan mas. 

Suarakan Upaya Penyelamatan Bumi 

  • Buatlah sesuatu hal yang unik sesuai dengan hobi kita untuk melestarikan alam, misalnya membuat puisi lingkungan, melukis atau menulis cerpen. Selain itu, usaha penyelamatan bumi dapat juga diwujudkan lewat pentas teater atau mengarang lagu, lho
  • Diskusikan dengan teman-teman atau guru juga para ahli tentang perubahan alam yang terjadi di sekitar lingkungan kalian
  • Tulis surat ke pejabat berwenang atau media massa bila melihat kerusakan alam seperti pencemaran air yang terjadi di sekitar rumah atau sekolah. Segera ikut membantu bersama masyarakat dan pemerintah untuk melakukan perbaikannya. 

Nah, makanya kita harus berupaya menyelamatkan bumi, agar bumi ini “sehat : kembali ya... Hal itu bisa dilakukan mulai dari hal yang paling kecil saja, dari diri kita sendiri, keluarga, kampong kita atau sekolah kita. Mudah kan…. (Bambang Parlupi) 

Sumber: 

  • Climate and Energi Programme WWF Indonesia
  • www.ipcc.ch 
  • www.unfccc.int 
  • www.climatehotmap.org 
  • www.wwf.or.id 
  • www.panda.org 
  • www.pelangi.or.id