Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Burung Merpati, penguasa navigasi

Burung Merpati punya ribuan kisah. Ia adalah ahli terbang, handal dalam navigasi. Menurut catatan sejarah jauh sebelum Masehi, antara tahun 3100 – 2600 SM, merpati diketahui sebagai salah satu hewan domestikasi yang tertua. Mulai dijinakkan orang-orang Mesir kuno dari alam liar sebagai ternak peliharaan dan diambil dagingnya.

Sementara dalam periode kejayaan Romawi kuno 2000-an tahun lalu, selain sebagai penyedia makanan merpati peliharaan ini digunakan untuk pertama kali sebagai pengirim pesan.

Selama ribuan tahun, merpati memang sudah populer sebagai unggas domestik. Dipelihara hingga gemuk atau dilatih secara intensif untuk menyampaikan pesan dari satu tempat ke tempat lain. Kelezatan dan kemampuan terbang serta navigasi burung ini membuatnya menjadi hewan yang tercatat dalam sejarah manusia. Bahkan di masa lalu ia menyandang citra sebagai burung spiritual. Tak heran merpati menjadi lambang perdamaian (peace) hingga ini hari.  

BANYAK JENISNYA 

Burung yang satu ini dikenal sebagai merpati atau dara (pigeon or dove). Kedua penamaan ini mengacu pada satu kelompok jenis burung yang sama dari keluarga Columbidae. Orang sering menyamakan atau mempertukarkan kedua jenis sebutan ini. Walau sesungguhnya, penamaan merpati dan dara mengacu pada jenis yang berbeda. 

Dalam kajian ilmiah, secara umum disebutkan bahwa burung dalam keluarga Columbidae dari ordo Columbiformes ini punya profil tubuh yang sama dengan sedikit perbedaan deatil. Penamaan merpati (pigeon) adalah untuk kelompok jenis burung yang punya ukuran tubuh lebih besar, sementara dara untuk jenis yang kecil. Walau ini hanya sebagai pengenalan semata bukan pengelompokan teknis. Penanda utama burung ini adalah tubuh gempal membulat, leher pendek dan paruh memanjang dengan sedikit lapisan berdaging di atas lubang pernafasannya, kepala kecil, dan rentang sayap yang lebar. 

Anggota keluarga merpati dan dara juga sangat beragam. Terklasifikasikan sekitar 300 spesies jenis asli dan 150 spesies yang didomestikasi (dijinakkan untuk dipelihara). Semuanya terdiri dari varian warna bulu, ukuran tubuh, dan “spesialisasi keahlian”. 

HABITAT  

Merpati memang bukan burung yang rewel. Ia senang saja menyantap aneka buah biji-bijian, dan buah rerumputan. Varian ketersediaan dan diet makanan serta wilayah tempat tinggal ini yang membedakan kelompok jenis dan spesiesnya. Misalnya ada merpati yang suka bersarang dan mencari makan di areal bebatuan seperti merpati batu (rock pigeon), atau merpati yang suka bersarang di pepohonan seperti merpati kayu (wood pigeon), bahkan spesies domestik umum yang “akrab” dengan lingkungan manusia seperti spesies Columba livia. Sebagai burung, merpati dan dara sangat familiar di hampir semua belahan dunia. Namun sebaran yang paling besar dan beragam terdapat di kawasan Indomalaya (Asia dan Pasifik) dan zona ekologi Australasia (Australia, Tasmania, New Guinea, New Zealand, dan kepulauan sekitarnya). Masing-masing spesies menempati hampir semua lingkungan dari alam liar pegunungan, padang rumput, bebatuan, sampai hutan beton di perkotaan. Namun lingkungan hidup yang paling disukai merpati adalah wilayah beriklim tropis.

Varian merpati dan dara terlihat jelas dari pola dan warna bulu seperti spesies berwarna terang tropis, merpati “raksasa” yang suka di hidup di pulau-pulau, spesies ekor panjang Afrika, dan aneka jenis merpati domestik termasuk hasil persilangan. 

Dan jenis yang sudah terdata namun akhirnya punah adalah jenis merpati pengembara (passenger pigeon) – Ectopistes migratorius. Dulunya tersebar luas jutaan ekor di Amerika Utara wilayah timur. Namun akibat pembataian untuk daging dan perburuan besar-besaran untuk kesenangan, di awal abad 20 seluruh spesiesnya punah! Keturunan terakhir spesies ini tewas dalam kurungan di kebun binatang pada 1914.  

AHLI AKROBAT DAN NAVIGASI 

Keahlian terbang ini yang dimiliki oleh merpati-merpati yang kemudian digunakan manusia sebagai peliharaan untuk tujuan lomba kecepatan terbang, lomba akrobatik, dan lomba navigasi burung. Untuk yang terakhir, adalah pengembangan dari penggunaan merpati sebagai pengatar pesan yang dikenal sebagai merpati kurir atau merpati pos. 

Ada beberapa spesies merpati yang dikenal sangat mahir melakukan akrobatik udara. Ia mampu terbang dengan kecepatan penuh rata-rata 72 km/jam dan mampu menempuh penerbangan jarak jauh melebihi 800 km. Atau melakukan penerbangan singkat dengan aneka manuver menawan, terbang rendah, menyambar, menukik, meliuk kiri kanan, membuat salto dan memutar tajam. 

Memang masing-masing spesies merpati umumnya dikenal sebagai burung yang mahir terbang dan memiliki kemampuan navigasi yang akurat. Jika merpati sudah melintasi suatu daerah, ia akan memetakan wilayah itu. Walaupun ia dibawa jauh sampai beratus kilometer, merpati selalu akan kembali ke “rumahnya”. Keahlian navigasi ini dipercaya karena merpati mempunyai kemampuan homing.   

Seperti yang dikutip dari Wikipedia dan beberapa sumber di internet, sejumlah ahli sudah melakukan serangkaian studi dan penelitian ilmiah mengenai kemampuan navigasi merpati dan dara. Kesimpulannya, navigasi dan homing itu dimungkinkan karena merpati mampu memanfaatkan petunjuk letak garis edar matahari di siang hari. 

Sementara pemelitian terakhir merujuk pada kemampuan merpati menjejak medan magnetik bumi atau mengenal pola cahaya di angkasa sebagai petunjuk arah termasuk membedakan pola dan corak sinar ultraviolet yang memberinya petunjuk arah dan koordinat. Ia mengaplikasikan semua hal itu sebagai sistem navigasi alam. 

Kemampuan ini membuat burung merpati tetap bisa menemukan arah terbang menuju sasaran dan tujuannya serta arah balik ke asalnya dalam kondisi hari saat siang mau pun malam, bahkan di cuaca buruk sekalipun. Maka hampir bisa dipastikan bahwa merpati tak akan pernah tersesat! Makanya, dahulu ketika berkecamuk perang dunia I dan II , merpati dipakai untuk membawa berita. Peran serta “ pasukan terbang” sebagai kurir surat ini banyak membawa keberhasilan di medan-medan pertempuran. (Benk2/sekolahalamdigital.org/Dari berbagai sumber)