Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Apa itu ESD? Bagian 2

ESD adalah sebuah proses belajar (atau pendekatan pengajaran) berdasarkan cita-cita dan prinsip-prinsip yang mendasari keberlanjutan untuk mendorong orang, dalam mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan sehingga dapat membuat keputusan dan untuk bertindak berdasarkan keputusan tersebut.

ESD atau Education Sustainable for Development merupakan pendidikan yang dilaksanakan dan dikelola oleh UNESCO khususnya untuk generasi di masa mendatang untuk berpartisipasi lebih baik lagi dalam pengembangan kelanjutan pada masa sekarang dan dikemudian hari.

ESD bukanlah sekedar transfer informasi seperti model pendidikan kita saat ini dimana tenaga ahli dan peneliti memberikan informasi kepada tenaga pengajar yaitu guru, kemudian guru memberikan informasi lagi kepada muridnya yang dianggapnya masih kosong dalam pengetahuan.

3 poin ESD

ESD memiliki pada 3 poin utama yaitu ekonomi, ekologi atau lingkungan, dan sosial. aspek – aspek tersebut saling berhubungan. Contohnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada lingkungan yang bersih sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti mendapatkan makanan dan sumber daya, air bersih, dan udara bersih. Berkelanjutan berarti berpikir tentang masa mendatang, di mana lingkungan, masyarakat dan ekonomi menjadi pertimbangan sehingga diperoleh keseimbangan dalam pengembangan dan upaya meningkatkan kualitas hidup.

Tujuh metode yang dapat ditempuh dan dilaksanakan berkelanjutan (diadaptasi, diubah, dan ditambah seperlunya dari Sumaatmadja, 1991)

  • Kuliah, klasikal. Metode ini dikenakan kepada mahasiswa (juga murid), diadakan secara formal di kampus (sekolah). Pedidik berkewajiban (rela atau terpaksa) belajar dan diuji (evaluasi) pada akhir semester kemudian diberikan nilai lulus atau gagal. 
  • Keteladanan. Metode ini dapat diterapkan untuk semua orang di segala tempat. Kyai, ustadz memberikan keteladanan kepada santrinya. Orang tua memberikan keteladanan kepada anak-anaknya. Pejabat meneladankan persahabatan dengan lingkungan kepada bawahannya. Begitu juga pengusaha dapat memberikan contoh teladan kepada karyawannya.
  • Ceramah. Metode ini diberikan oleh kyai, ustadz, dosen, guru, pejabat, tokoh dan tetua adat kepada orang banyak dalam suatu forum. Pengajian, acara keluarga (pernikahan, syukuran, sunatan) atau rembug desa dapat dijadikan wahana peduli lingkungan, minimal mengenalkan atau mengingatkan bahwa kita perlu peduli dan menjaga kelestarian fungsi lingkungan.
  • Diskusi. Hal ini dapat dilaksanakan pada setiap pertemuan resmi dan tak resmi, baik di sekolah, kampus, kantor, bahkan pada acara pernikahan, sunatan, dll. Diskusi informal di kalangan keluarga besar atau dengan teman sekantor, sekampus, sedaerah sambil bertukar informasi dapat menjadi “obat mujarab” dalam meluaskan kepedulian masyarakat terhadap fungsi lingkungan.
  • Seminar. Acara seminar biasanya digelar oleh masyarakat kampus atau dinas pemerintah dan pesertanya adalah kalangan yang tingkat pendidikannya relatif tinggi. Acara ini biasanya melibatkan pakar atau nara sumber yang kompeten di bidang lingkungan.
  • Percontohan. Manusia lebih senang melihat sesuatu yang nyata karena dapat segera menilainya, mengapresiasinya. Percontohan, prototipe merupakan bentuk fisik yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat. Misalnya, taman, permukiman yang bebas banjir, kantor yang ramah lingkungan karena sudah ber-IPAL, kampus yang nyaman, dll.
  • Spanduk, selebaran, brosur, dan iklan, termasuk yang ditayangkan di media televisi, dirilis di radio, dipasang di jalan-jalan, termasuk di internet seperti milis dan facebook. Ajakan ini sebaiknya menggunakan kalimat efektif agar cepat selesai dibaca dan dapat dimengerti. Kalimatnya pendek-pendek saja, boleh sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), boleh juga dengan bahasa gaul anak muda, bergantung pada sasaran yang dituju 

MISI ESD 

Melalui peran koordinasi DESD nya, misi UNESCO antara lain: 

  • Mengkatalisis kemitraan baru dengan sektor swasta, dengan pemuda,dan dengan kelompok media
  • Mendorong pemantauan dan evaluasi 
  • Mendorong pengembangan dari agenda penelitian dan berfungsi sebagai forum untuk penelitian yang relevan pada ESD 
  • Berfungsi sebagai forum untuk menyatukan stakeholder penting dalam Dekade seperti perwakilan dari Negara-negara Anggota dan perusahaan multinasional kunci, iman berbasis institusi, asosiasi pemuda, masyarakat adat, dll 
  • Berbagi praktek-praktek ESD yang baik
  • Menghubungkan Anggota Negara yang telah menempatkan kurikulum ESD, kebijakan, penelitian dll dengan Negara Negara Anggota yang meminta bantuan 
  • Mengadakan kelompok kerja yang fleksibel pada topik tertentu 
  • Memenuhi peran strategis sehubungan dengan ESD.

STRATEGI ESD 

Strategi di dalam ESD ini antara lain: 

  • Visi-bangunan dan advokasi 
  • Konsultasi dan kepemilikan 
  • Kemitraan dan jaringan 
  • Pembangunan kapasitas dan pelatihan
  • Penelitian dan inovasi 
  • Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 
  • Pemantauan dan evaluasi 

MITRA ESD 

Kemitraan termasuk salah satu bagian penting dari ESD karena, keberhasilan ini bergantung pada semua mitra yang ikut berkontribusi. Melalui kemitraan, komunitas ESD dapat: 

  • Menyempurnakan konsep ESD serta membangun dan mempromosikan visi
  • Memaksimalkan manfaat yang ada, pengetahuan kompetensi, keterampilan dan sumber daya untuk menciptakan sinergi 
  • Menunjukkan komitmen melalui pendekatan terpadu dan tindakan yang terkoordinasi 
  • Memastikan pelaksanaan di akhir Dekade dengan memperkuat kapasitas kelembagaan. 

Fungsi dan Manfaat ESD 

  • Terbangun kapasitas komunitas/bangsa yang mampu membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan rencana kegiatan yang mengarah kepada sustainable development.
  • Mendidik manusia agar sadar tentang individual responsibility yang harus dikontribusikan, menghormati hak-hak orang lain, alam dan diversitas. 
  • Menumbuhkan komitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, dunia yang lebih aman dan nyaman.
sumber agusmail.wordpress.com