Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Tips menanam pohon Sengon

Salah satu jenis pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah sengon. Nilai ekonomis dari pohon ini terbentuk karena pohon tersebut bisa mencapai ketinggian 30-45 meter. Selain cukup tinggi, pohon ini juga bisa mencapai diameter 70-80 meter.

Pohon itu berbentuk bulat dan tidak berbanir. Biasanya kayu sengon ini digunakan untuk perkakas rumah, tiang bangunan, pagar, dan yang lainnya. Pohon sengon ini memiliki akar yang sangat kuat untuk menembus ke tanah. Akar rambutnya menembus ke dalam tanah. Dengan kelebihan inilah, pohon sengon sering di tanam di kawasan yang sering terkena erosi. Faktanya adalah dikeluarkannya kebijakan pemerintah tentang sengonisasi. Adapun daerahnya adalah Jawa, Sumatra dan Bali.




Pembibitan Sengon

Dalam proses pembibitan ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. 

Adapun hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan dalam pembibitan ini adalah:

  • Benih Sengon Kebanyakan sengon digandakan dengan bijinya. Maka, biji tersebut harus mempunyai kualitas yang baik. Benih yang seperti ini biasanya di dapatkan dari sengon yang genetiknya juga baik. Misalnya, pohonya tegak lurus dan tahan akan penyakit. ciri benih sengon yang baik dapat dilihat dari ukuran benih yang maksimum. Selain itu juga, bentuk benih masih utuh, tenggelam di dalam air, dan yang lainnya.
  • Kebutuhan Benih Kebutuhan akan benih sangat tergantung kepada luas tanah yang akan digunakan. Semakin luas tanah maka semakin banyak benih yang dibutuhkan. Misalnya untuk tanah 1 hektar dan jarak benih 3x 2 meter, maka dibutuhkan benih sebanyak 3.700 benih. Ini merupakan contoh gambaran akan benih dan luas tanah yang ada. 
  • Perlakuan Terhadap Benih Perlakuan ini dimisalkan dengan tanah yang selalu lembab. Dengan kondisi tanah seperti itu maka sebelum disemaikan perlu dilakukan treatment (perawatan). Tujuannya adalah untuk membangun perkembangan benih. Treatment tersebut berupa: 
    • Benih sengon direndam di dalam air panas selama kurang lebih 20-30 menit 
    • Kemudian, benih tersebut direndam kembali di air dingin selama 24 jam. Lalu, ditiriskan dan benih sengon siap untuk ditanam 

Lokasi persemaian 

Tempat yang tepat akan membuat benih sengon berkembang cepat. Adapun kriteria atau syarat pemilihan lokasi yang tepat adalah:

  • Persemaian akan sangat bagus di tempat yang datar 
  • Tempat tersebut mudah untuk mendapatkan air. Artinya dekat dengan sumber mata air. Misalnya, dekat dengan persawahan dan sungai 
  • Tanah yang ditempati harus gembur dan subur. Hal ini untuk memperlancar perkembangan benih yang semakin cepat 
  • Akses jalan mudah. Artinya, lahan tersebut berada di dekat jalan. Tujuannya menghindari adanya bibit yang rusak ketika diangkut 
  • Sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini dilakukan untuk lahan yang luas. Dimana membutuhkan bibit sengon yang banyak. Sehingga, dibutuhkan sarana untuk menampung hal itu. misalnya pembangunan rumah-rumahan untuk melindungi bibit dari kerusakan. Cara seperti ini juga perlu dilakukan dengan pengetahuan yang cukup. Tujuannya supaya hasil yang di dapatkan maksimal dan sesuai keinginan. 

Langkah-langkah Penyemaian Sengon 

Selain penunjang prasaraana yang memadai, perlu adanya langkah-langkah untuk penyemaian. Adapun langkah-langkah tersebut adalah:

  • Penaburan benih. Tujuan Tujuan dilakukan penaburan benih ini adalah untuk menhasilkan kecambah yang berkualitas. Ketika kecambah tersebut berkembang maka akan berpotensi menghasilakan bibit yang berkualitas 
  • Penyapihan bibit. Untuk penyapihan ini dibutuhkan kantong plastik. Kemudian, masukkan media tanah yang berupa campuran tanah dan pasir. Selanjutnya, memasukkan kecambah tersebut ke dalam kantong plastic yang telah terisi media tanah 
  • Penyiraman. Proses ini dilakukan pada pagi dan sore hari dengan nozzle. Kemudian, pinyiraman dapat dilakukan pada kondisi yang normal yaitu hari yang panas 
  • Pemupukan. Ukuran atau dosis pupuk adalah dua sendok makan per minggu. Ketika 6 bulan kemudian, benih dapat langsung di pindah ke kebun 

Pada saat benih sudah di pindah ke kebun maka perlu adanya kehati-hatian dalam menanam. Tujuannya agar bibit tersebut tidak rusak. Kemudian, perlu diadakan pemeliharaan. Hal ini dilakukan pada 2-4 minggu. Selanjutnya, proses ini dapat dilakukan pada tahun pertama. Begitu juga seterusnya. 

Untuk menghidari gulma dan sejenisnya maka perlu diadakan penyiangan. Jadi, anda harus membersihkan pengganggu itu dari kebun. Tujuannya adalah menghindari adanya penyakit yang datang. Setelah dilakukan itu, anda harus melihat kondisi dari setiap pohon. Jika ada cabang yang kurang berguna maka anda dapat memotongnya. 

Proses terakhir adalah penjarangan. Hal ini biasanya dilakukan ketika sengon berumur 2-4 tahun. Jadi, anda harus mengontrol ke kebun. Ketika ada sengon yang terlihat patah, atau akan mati. Maka perlu adanya penjarangan. Tujuan dari ini adalah untuk memberikan ruang tumbuh bagi sengon. Dengan itu maka sengon tersebut akan lebih mudah menyerap adanya sinar matahari.