Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Tips mengatur pernafasan saat pendakian

Saat memulai pendakian adalah saat yang paling berat untuk tubuh mengalami penyesuaian. Paling tidak ada beberapa hal yang secara otomatis akan mengalami proses penyesuaian dalam pendakian yaitu, beban, langkah, dan pernafasan. Seringkali pendaki mengalamai kelelahan dan membuat mental pendaki jatuh pada masa awal pendakian, hal ini tentunya sangat berbahaya jika harus dilanjutkan sampai akhir pendakian. Hal ini karena tidak biasa membawa beban berat, langkah awal yang terlalu buru buru, juga pengaturan nafas yang tidak tepat.

Nah, cara yang bisa dilakukan dalam awal pendakian adalah mengatur nafas, berikut tipsnya:

1. Mulailah dengan mengambil nafas pendek pendek. Jangan hirup dalam dalam kalau sedang berjalan.

2. Sesuaikan nafas dengan langkah kaki. Sebaiknya berjalanlah dengan pelan tapi teratur.

3. Usahakan selalu bernafas melalui hidung, jangan menggunakan mulut. Bernafas menggunakan hidung membantu kita mengatur nafas pendek pendek, jadi kita tidak akan tersengal sengal.

4. Jika masih merasa tersengal-sengal, jangan banyak bicara. Seringkali pada awal pendakian kita berjalan sambil berbincang, entah merasa senang atau sekedar ngobrol. Sebisa mungkin jangan lakukan ini, selain membuang tenaga, juga menyusahkan pengaturan nafas yang berujung pada sesak. Jikalau ingin mendaki sambil ngobrol, pastikan nafas anda sudah stabil dulu.

5. Setelah terbiasa mengambil nafas pendek pendek, mulailah memanjangkan nafas anda dan tetap sesuaikan dengan langkah kaki.

6. Yang terakhir tidak ada hubungannya langsung dengan pernafasan, tapi juga membantu anda dalam penyesuaian pengaturan nafas. Yaitu, jika anda mendaki dalam rombingan, mintalah leader anda untuk menyesuaikan langkah dengan yang paling lemah. Jangan terlalu ambisi mengejar, yang penting pelan dan stabil, tidak banyak berhenti dan tidak lari. Dan untuk berjaga-jaga, jangan lupa siapkan juga tabung oksigen portable. Semoga bermanfaat.

Catatan: Bila artikel ini dirasa ada yang kurang, silakan ditambahi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan masing-masing.