Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Mengenal rock climbing

Panjat tebing (rock climbing) adalah satu dari sekian banyak alternatif kegiatan alam bebas. Berbeda dengan kegiatan petualangan alam lainnya, rock climbing dilakukan pada medan jelajah yang relatif ringkas. Wahana tebing alam atau gugusan cadas adalah medan petualangannya. Kemampuan si pemanjat (climber) untuk merayapi tebing-tebing ini bukan hanya tergantung pada daya tahan fisik dan keterampilannya, melainkan harus dipadukan dengan strategi dan teknik yang tepat.

Pada dasarnya kegiatan panjat tebing ini adalah suatu teknik memanjat tebing batu dengan memanfaatkan cacat batuan berupa tonjolan, rekahan, atau cekungan dengan atau tanpa alat bantu pendakian. Karena itu pemilihan pegangan dan pijakan sangat menentukan keberhasilan sebuah pemanjatan. Keasyikan pemanjatan tebing justru ditemukan pada strategi menyiasati rupa tebing alam, karena itu pula yang menjadi faktor penentu keberhasilan pemanjatan. Salah strategi sedikit saja bisa merepotkan bahkan berakibat fatal! 

Bukan perkara mudah untuk memahami jenis kegiatan yang satu ini. Awam mungkin berpikir, adalah pekerjaan “gila” memanjati tebing alam yang jelas-jelas beresiko tinggi. Tapi bagi para perayap cadas, tebing yang semakin sukar adalah tantangan yang harus dijawab. Tentunya harus bisa “ditaklukkan” dengan selamat.

Awalnya rock climbing murni dilakukan di media tebing-tebing alam, namun pada perkembangan selanjutnya berangsur-angsur mulai dipopulerkan untuk umum. Karena itu mulai dipikirkan untuk melakukan kegiatan ini di tebing-tebing buatan, bahkan di dalam ruangan. Perkembangan berikut inilah yang disebut dengan wall climbing (panjat dinding) yang kemudian banyak diperlombakan… (tigerbear.wordpress.com)