Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Pedoman dasar menulis berita

MENULIS berita tidak bisa semaunya, misalnya "yang penting pembaca ngerti". Ada pedoman dasar menulis berita yang harus diindahkan agar berita menjadi baik, menarik, efektif, dan sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik. Banyak wartawan  terutama wartawan media online yang tampak "amatiran" dalam menulis berita dan melabrak kode etik jurnalistik. Misalnya, beritanya mengandung opini subjektif wartawan atau "terlalu kentara" memihak satu pihak (membentuk opini publik/menggiring opini pembaca) sehingga tendensius.  

PEDOMAN DASAR MENULIS BERITA 

Berikut ini pedoman dasar menulis berita yang disarikan dari laman Teacher Vision, "Basic Journalism". 

Piramida Terbalik. Tulisan jurnalistik hendaknya bergaya piramida terbalik (inverted pyramid). Bagian atas (awal tulisan) hanya terdiri dari satu atau dua kalimat yang berisi informasi terpenting; ini yang disebut teras (lead) berita. Bagian berikutnya berisi informasi penjelas atau detail informasi. 

Summary lead (teras berita kesimpulan), yakni inti berita, disampaikan di bagian paling awal. 

Nada Tulisan (Tone): Tugas Anda sebagai reporter adalah melaporkan fakta dan opini orang lain dan tidak memasukkan opini Anda pribadi kedalam berita (leave your own opinions out of the story). Jika ingin beropini atau menilai suatu peristiwa, ada jenis tulisan tersendiri, yaitu artikel opini dan/atau editorial (tajukrencana/opini redaksi). 

Berbagai Sumber (Multiple Sources): Makin banyak orang yang berbicara (diwawancara) akan membuat berita Anda kian baik. Anda bisa menggunakan kutipan langsung (direct quotes) atau menuliskannya dengan kata-kata sendiri (paraphrase) yang dikatakan narasumber, tapi harus selalu ingat untuk mengidentifikasi sumber (who says what). 

Penyusunan Kalimat. Kalimat dalam berita hendaknya terdiri dari 20-28 kata. Kian pendek, kian baik. Pembaca selalu menyukai kalimat dan tulisan ringkas. 

5W1H: berita lengkap menjawab pertanyaan who (siapa), what (apa), why (kenapa), where (di mana), when (kapan), dan how (bagaimana). 

Lead: Pembuka berita, awal naskah berita setelah judul. Biasanya sebuah ringkasan tentang informasi terpenting.

Headline: Judul atau "penarik perhatian" di atas isi tulisan (berita). Hindari judul berita berupa kalimat tanya karena kalimat tanya bukan menyampaikan informasi. 

Angle: Sudut pandang (point of view) tertentu atau cara memandang sebuah peristiwa. 

Fact-checking: Periksa (cek) bahwa fakta-fakta dalam berita benar adanya, termasuk penulisan nama, jabatan, lembaga.

Pedoman dasar menulis berita di atas hanyalah sebagian dari sekian pedoman penting dalam menulis berita. Yang paling sering dilanggar oleh wartawan pemula dan/atau "wartawan amatir" adalah soal nada tulisan. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*