Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Menulis isu lingkungan di koran

Mengangkat isu lingkungan ke Koran adalah cara yang strategis dan membantu mempercepat perubahan lebih baik yang bisa kita lakukan, namun ada 8 cara yang harus dilakukan, yaitu:

Data Eksisting. Isu yang diangkat harus disertai data yang eksisting dan kita lakukan sendiri dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (metode ilmiah) namun kita bisa memilih metode mana yang lebih berfihak kepada lingkungan. Data sekunder hanya kita jadikan informasi sekunder bisa sebagai pendukung atau pembanding untuk temuan kita.  

Selalu ada yang baru. Penyajian isu yang sama namun dengan suplemen baru yang kita release setiap minggu selama satu bulan. Seperti misal isu penyelamatan mangrove dilengkapi dengan suplemen a minggu pertama. mangrove sebagai habitat burung, b. minggu kedua tempat pembesaran nener, c.minggu ketiga sumber pakan bagi ikan bernilai ekonomis dan d. minggu keempat mangrove sebagai potensi ekowisata.

Dampak langsung kepada manusia. Manusia seringkali acuh dengan berita lingkungan karena dampaknya tidak langsung terasa. Maka informasi lingkungan yang kita angkat harus mencari korelasi dengan manusia seperti dampak pencemaran esterogenik di air Kali Surabaya akan berdampak pada perubahan perilaku manusia yang mengkonsumsi air yang terkontaminasi esterogenik, atau dampak Idiot pada manusia di Surabaya yang sering mengkonsumsi ikan dipantai yang tingkat pencemaran logam beratnya cukup tinggi

Foto Menggoda. informasi yang kita release harus dilengkapi dengan foto yang 'menggoda'. Pengalaman saya menampilkan foto-foto aksi lapangan seperti mengambil air limbah yang kuning, merah atau hitam yang dibuang diatas air sungai yang dipakai untuk bahan baku air minum. Foto-foto ini sebenarnya dekat dan sering kita temui namun kadangkala menjadi hal yang baru bagi orang lain.

Kenalilah journalis dan berkenalanlah dengan mereka seperti di Kantor AJI (aliansi Jurnalis Independen) atau PWI. Apabil informasi yang ingin kita akan memang emergensi maka datangilah kantor redaksi Koran yang ada di kota, mulainya dari koran lokal yang banyak dibaca oleh masyarakat karena apabila koran lokal memuat berita kita berkali-kali maka biasanya koran nasional seperti KOMPAS, TEMPO dan The Jakarta Post akan meliputnya.

Siapkan informasi anda pada hari Sabtu dan hubungi journalis melalui HP atau email bahwa anda memiliki berita lingkungan, Umumnya para journalis akan libur pada hari sabtu dan minggu maka untuk berita hari senin mereka akan sangat 'Open' dengan berita yang kita tawarkan karena mereka minim stok berita.

Isi Release Berita. Gunakan table dan angka-angka atas temuan anda, gunakan juga pasal-pasal dalam UUPPLH atau undang2 terkait kasus yang kita angkat, lengkapi dengan data/informasi pembanding (data sekunder), lengkapi juga dengan hasil wawancara dengan masyarakat terkait dengan isu yang kita angkat dan bubuhi juga dengan No telp/HP orang yng kita wawancarai utk klarifikasi. Gunakan kata anda mendesak kepada Pemerintah atau Pelaku pencemaran. Desakan ini akan lebih manis bila diketik dalam pointer. Lengkapi dengan nomor HP anda dan email.

Cobalah berkali-kali bisa dua atau tiga kali gagal/tidak dimuat. (www.sobatbumi.com)