Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

47 tips menulis berita

Tips menulis berita di bawah ini disadur dari "Hot 100' News Writing Tips" yang dikompilasi by Sheryl Swingley dari Ball State University, Indiana, Amerika Serikat. Tips ini sangat berguna bagi mahasiswa jurnalistik, wartawan pemula, yang sedang belajar menulis berita, juga bagi yang sudah bisa menulis berita.

Tidak semua 100 tips menulis berita saya terjemahkan, terutama poin-poin yang hanya berlaku dalam konteks bahasa Inggris, misalnya yang berkaitan dengan “tenses”. Tips ini meliputi panduan menulis teras berita (lead), isi berita (body), editing, dan penyusunan kata atau kalimat.  

LEAD 

1. Teras berita --yaitu alinea pertama sebuah berita-- hendaknya ringkas. Maksimal 35 kata. 

2. Teras berita hendaknya ditulis dalam satu atau dua kalimat saja. 

3. Hindari memulai teras berita dengan unsur berita "when" (kapan) atau "where" (di mana), kecuali keduanya merupakan unsur terpenting. Kebanyakan teras berita dimulai dengan unsur "who" (siapa) dan "what" (apa). 

4. Hindari mengawali teras berita dengan “there” (ada) atau “this” (ini). 

5. Dalam teras berita tentang peristiwa yang akan terjadi, unsur waktu, hari (tanggal), dan tempat biasanya ditempatkan di akhir paragraf. 

6. Dalam teras berita tentang peristiwa yang sudah lalu, hari (tanggal) kejadian biasanya muncul sebelum atau sesudah kata kerja (verb). Kadang-kadang hari (tanggal) ditulis di akhir awal kalimat pertama atau paragraf, jika teras beritanya hanya satu kalimat. 

7. Gunakan teras kutipan dan pertanyaan secara hemat (kadang-kadang saja). 

8. Lima poin pertama di atas merupakan cara terbaik dalam membuat teras berita. 

BODY 

9. Tulis isi berita (detail setelah teras) dalam paragraf pendek. Maksimum 60 kata atau kurang dari 10 baris. 

10. Paragraf yang terdiri dari satu sampai tiga kalimat lebih disukai pembaca. 

11. Tiap paragraf hanya berisi satu ide. 

12. Ingat, paragraf pendek mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca. 

EDITING 

13. Hilangkan kata "bahwa" bila memungkinkan. 

14. Untuk berita “past event” (peristiwa yang sudah terjadi), tulis “Jumat”, BUKAN “Jumat lalu”. Untuk “future event” (peristiwa yang akan terjadi), tulis “Jumat”, BUKAN “Jumat depan” atau “Jumat mendatang”. 

15. Hilangkan kata-kata seperti "ketika ditanya" dan "menyimpulkan". Ini transisi yang lemah. Langsung laporkan/tuliskan saja yang dikatakan narasumber. 

16. Selalu periksa (double-check) ejaan nama. Jangan salah menulis nama! 

17. Periksa angka. 

18. Pastikan kata "hanya" ditempatkan dengan benar dalam sebuah kalimat. Penulisan kata "hanya" bisa mengubah makna kalimat. 

19. Tulis. Tulis ulang. Revisi. Tulisa ulang. Revisi. Edit. Revisi. Edit. Edit. Jangan langsung publikasi atau kirim ke editor setelah selesai menulis berita. Versi pertama naskah berita TIDAK cukup langsung naik cetak (publikasi). Ada ungkapan: tidak ada tulisan hebat, hanya penulisan ulang yang hebat (there is no great writing, only great rewriting). 

20. Baca naskah berita dengan keras untuk “menangkap” konstruksi kalimat yang tidak logis. 

GRAMMAR 

21. Gunakan kata ganti “mereka” untuk merujuk pada sebuah tim atau grup. 

22. Pastikan kata kerja atau frasa lainnya "paralel" atau sama dalam struktur ketika muncul dalam cerita atau daftar. Contoh: Dia suka berkebun, memancing, dan berburu. Api menewaskan sedikitnya 12 orang, melukai 60 lainnya, dan memaksa puluhan warga melompat dari jendela. 

23. Gunakan kata ganti orang ketiga (ia, dia, mereka). Sangat langka menggunakan kata ganti orang pertama (saya, Anda). Jangan pula menulis kata “beliau”, tulis “ia”. Kata “beliau” biasanya hanya digunakan untik kata ganti para nabi, khususnya Nabi Muhammad Saw. 

24. Gunakan “kata berpasangan” dengan baik: “baik… maupun…”, “jika…. maka…”. Contoh: “Baik pihak perusahaan maupun karyawan datang” (sebaiknya sih, lebih hemat begini: “Pihak perusahaan dan karyawan datang”. 

25. Gunakan kalimat aktif, bukan kalimat pasif. “Pemerintah menaikkan harga BBM”, bukan “Harga BBM dinaikkan pemerintah”. “Majelis Taklim mengadakan pengajian”, bukan “Pengajian diadakan Majelis Taklim”.

LAIN-LAIN 

26. Jika ragu-ragu, tinggalkan (When in doubt, leave it out). Informasi yang meragukan, apalagi tidak dapat dikonfirmasi, tinggalkan --jangan diberitakan. 

27. Hindari kata-kata vulgar, cabul, kasar, berbau SARA (menyinggung suku, agama, ras, antargolongan), dan stereotip. 

28. Hindari identifikasi ras, kecuali bila penting untuk komunikasi. 

29. Kebanyakan kata keterangan (adverb) tidak diperlukan. 

30. Kebanyakan kata sifat (adjectives) tidak diperlukan. 

TANDA BACA 

31. Gunakan koma setelah “menurut…”. Misalnya, “Menurutnya, korupsi terjadi karena keserakahan”. 

32. Tidak ada koma di antara waktu, tanggal, dan tempat. Kecelakaan itu terjadi pukul 04:32 Senin (21/6) di Tel Aviv. 

33. Bila ragu-ragu tentang penggunaan koma, tinggalkan saja! 

KUTIPAN DAN ATRIBUSI 

34. Gunakan atribusi hanya sekali per paragraf.

35. Atribusi diperlukan dalam berita opini –keterangan pemerintah, pendapat ahli, atau ucapan narasumber. Atribusi juga diperlukan dalam kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. 

36. "Kata" adalah kata terbaik untuk atribusi. Kata lain dapat digunakan, tetapi harus secara akurat, mewakili bagaimana sesuatu dikatakan. “Partai korup harus dihukum,” kata pengamat politik. “Tapi apakah rakyat suka menghukum?” imbuhnya. 

STRUKTUR KALIMAT 

37. Hindari menggunakan kata yang sama dua kali dalam kalimat. 

38. Jumlah optimum kata yang digunakan dalam sebuah kalimat adalah 14 sampai 16 kata. Rata-rata pembaca tidak bisa memahami kalimat dengan lebih dari 40 kata. 

39. Ubah satu kalimat panjang menjadi dua atau tiga kalimat yang lebih pendek. 

40. Jika kalimat panjang harus digunakan, tempatkan kalimat pendek sebelum dan sesudahnya. 

41. Jangan memulai atau mengakhiri kalimat dengan kata "namun". Kata “namun” ditempatkan “dalam” sebuah kalimat –karena ia “kata sambung”.

EJAAN 

42. Gunakan "Periksa Ejaan" ("Spell Check") di komputer. 

43. Periksa ejaan yang benar di Kamus Bahasa. 

KOSAKATA 

44. Gunakan kata-kata sederhana --umum dan mudah dipahami. Jangan pernah memaksa pembaca buka kamus. 

45. Hindari jargon atau istilah teknis (ilmiah) kecuali 95 persen atau lebih pembaca akan memahaminya. Jika jargon teknis digunakan dan tidak akan dipahami oleh mayoritas pembaca, pastikan jelaskan setiap istilah yang digunakan. 

46. Jangan pernah katakan "kemarin" atau "besok" tanpa disertai tanggal agar tidak membingungkan pembaca, kecuali untuk berita radio dan televisi. 

47. Kadang-kadang informasi tidak dapat diverifikasi. Jika ada keraguan tentang nama seseorang, tulis "polisi mengidentifikasi orang itu sebagai John Smith" atau “dia menyebutkan namanya John Smith". 

(www.romeltea.com).* Ball State Unversity Department of Journalism