Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Merekam kehidupan dengan foto human interest

Menurut pengertiannya fotografi human interest (HI) adalah memotret dari kehidupan seseorang yang menggambarkan suasana dan menimbulkan simpati dari orang yang melihatnya. Awalnya, human interest photography lebih termasuk kedalam bagian dari fotojurnalisme, yaitu menggambarkan kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungannya, dan lalu bertujuan supaya mengetuk hati orang-orang untuk bersimpati dan melakukan sesuatu untuk membantu subjek foto.

Di dalam foto jurnalisme, human interest termasuk dalam bagian feature. Bagian ini biasanya sisipan dan bukan untuk berita utama. Kategori human interest lebih banyak tentang kehidupan individu atau masyarakat biasa yang jarang diulas. Kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah, masyarakatkelas bawah, atau kehidupan di daerah pedesaan atau di pedalaman. Tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja, tapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas.

Foto human interest bisa terdiri dari satu foto atau rangkaian foto yang bercerita (photo story/essay). Nah, dibawah ini kami sajikan beberapa kiat memotret human interest.

  • Sangat dibutuhkan karakter yang kuat/menarik, ekspresi yang hidup dan cerita yang menyentuh dalam menyajikan foto human interest yang kuat.
  • Foto human interest biasanya dibuat dengan cara candid photography. Atau istilahnya memotret secara diam-diam, yaitu orang yang dipotret tidak merasa difoto, tidak diarahkan oleh fotografer/penata gaya sehingga berkesan alami dan orisinil. Jika diarahkan dan setting lampu, special effect, atau olah digital/manipulasi secara berlebihan, jadinya hasil foto lebih cocok masuk dalam kategori portrait atau conceptual photography.
  • Situasi dan kondisi dalam memotret sangat menentukan apalagi ditambah dengan menguasai pengaturan kamera yang merupakan sebuah keharusan.
  • Jepret sebanyak mungkit saat menangkap momen yang ditemukan. Karena kejadian penting atau momen yang berharga tidak pernah terulang lagi.
  • Gunakan beberapa lensa saat hunting foto human interest. Pemakainan lensa telephoto telefoto yang memiliki jarak fokus antara 70-300mm akan membantu untuk memotret secara candid. Siapkan juga lensa menengah dan lebar yang bisa dipakai untuk human interest.
  • Memotret dengan kamera compact atau kamera pocket (kamera saku) bisa juga efektif terutama memotret dari jarak dekat. Subjek tidak akan merasa terintimidasi dan bereaksi seperti saat kita mengunakan kamera DSLR dan lensa yang besar.
  • Komposisi yang baik adalah yang menonjolkan ekspresi atau bahasa tubuh subjek foto dari lingkungan hidupnya.
  • Jeli melihat kehidupan disekitar kita merupakan factor penting dalam mengabadikan foto human interest.

Sering berlatih. tak jera bila hasilnya kurang memuaskan dan terus belajar menjadi kunci penting dalam merangkai momen human interest. Selamat mencoba kawan ! (Sibenq/www.sekolahalamdigital.org)