Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Komposisi bagian dasar dari foto

Kemajuan dunia fotografi saat ini berkembang dengan pesat. Maka tak heran ketika menghasilkan suatu bentuk gambar yang menawan, tajam, dan akurat pencahayaannya tidak lagi menjadi hal yang sulit. Karena teknologi kamera apalagi kamera jenis digital sudah memfasilitasinya dengan sistem autofocus, atau istilahnya penajaman yang otomatis. Begitupula dengan sejumlah fasilitas yang lain seperti pengaturan kecepatan rana (speed), diafragma, dan pencahayaan. Dengan segudang kecanggihan tersebut para pehobi fotografi dapat berkreasi lebih luas.

Meskipun demikian, ada saja beberapa kendala yang dihadapi ketika menghasilkan jepretan yang mungkin bisa dikatakan baik. Meskipun teknologi kamera yang digunakan tergolong canggih, banyak pula foto yang dihasilkan terasa kurang berkesan atau terasa hambar. Karya tersebut dapat menjadi kendala utama dalam memberikan gambaran tentang hal apa yang ingin disampaikan. Nilai foto pun semakin berkurang karenanya.

Pada dasarnya dalam sebuah potret yang dibuat harus memuat sejumlah kriteria. Diantaranya adalah sebuah foto harus memuat pesan yang jelas apa yang akan disampaikan, sehingga mudah dimengerti oleh orang yang melihatnya. Suatu pesan atau isi merupakan kreatifitas masing-masing fotografer yang bisa dilatih dengan seringkali melihat atau mempelajari foto-foto orang lain yang lebih profesional.

Demikin juga dengan kelayakan dalam hal ketajaman gambar, saturasi warna, atau pencahayaan yang memadai menjadi pendukung vital dalam suatu kriteria dasar foto. Termasuk pula dengan pemilihan serta pengaturan benda-benda yang menjadi subjek atau obyek yang harus padu-padan atau serasi tentunya. Dengan kata lain dapat diistilahkan mempunyai nilai estetika yang baik dalam pengaturan komposisi foto.

Pengertian dari komposisi tersebut secara umum adalah susunan atau tatanan. Dalam dunia fotografi segala hal yang disusun adalah benda-benda atau mahluk hidup atau suatu keadaan yang diabadikan ke dalam media perekam. Ada pula komposisi dijabarkan dengan sebagai penyusunan elemen foto yang lebih berestetika seperti garis, nada, kontras, pola dan tekstur yang diatur dalam suatu format atau batasan ruang.

Penataan elemen itu dimaksudkan untuk membentuk suatu kesan gambar yang saling mendukung dan memuat keseimbangan antara garis, nada, warna dan kekontrasan dalam foto yang serasi. Sehingga karya foto yang dibuat diharapkan akan lebih menawan, enak dipandang.Apalagi dengan penyusunan format yang tepat.Format di sini adalah perbandingan sisi mendatar (horizontal) dengan sisi tegak (vertikal) yang telah diatur perbandingannya.   

KREATIFITAS PEMOTRET 

Nah, uniknya untuk mengatur komposisi ternyata bukan dilakukan oleh kecanggihan kamera. Melainkan hanya dapat dilakukan berkat ide atau kreatifitas si pemotretnya. Biasanya sebelum menekan tombol rana kamera,, pemotret mempunyai gambaran tentang komposisi gambar yang akan dibuatnya. Caranya dengan mengatur sedemikian rupa dari berbagai jarak dan sudut pandang, misalnya memilih bidikan close up, medium shot atau dengan jarak jauh memakai tehnik long shot. Atau pula dengan niatan membuat jepretan ke tiga-tiganya agar gambar yang dihasilkan lebih bervariasi nantinya. 

Ide kreatif juga dapat diwujudkan ketika membuat komposisi imaji dalam bentuk vertikal atau berdiri dan bentuk horizontal atau mendatar. Pemilihan komposisi yang mendatar atau berdiri sangat tergantung dari subjek yang akan dipotret. Contohya dalam memotret benda yang berukuran tinggi, alangkah baiknya menggunakan tehnik vertikal, Sedangkan ketika membuat foto landscape seperti pemandangan alam pegunungan biasanya dipilih bentuk horizontal. Bentuk tersebut juga tidak baku, kreatifitas fotografer dapat diasah sedemikian rupa guna membuat imaji gambar yang lebih baik, pantas dan tidak monoton. 

Kreatifitas dalam menentukan komposisi juga dapat dilakukan dengan tehnik foreground. Yaitu dengan cara memberikan subjek utama paling depan depan dibuat lebih tajam, sedang bagian belakangnya tampak kabur atau istilahnya blur. Dalam menghasilkan mendapatkan imaji foto seperti ini, titik fokus dibidik hanya pada subjek utama, guna memperjelas bagian depannya saja dan bagian belakanya tampak kurang jelas.Kebalikan dari cara pemotretan ini dinamakan tehnik background. Yakni hasilnya akan tampak lebih tajam (focus) di bagian belakangnya dari pada bagian depan. 

Dengan terus mencoba dan mempelajari berbagai bentuk komposisi dalam pemotretan, diharapkan para penikmat fotografi terutama yang pemula mau menggali kreasi lebih banyak lagi. 

Di sisi lain ada beberapa peralatan pendukung dalam proses kreatifitas ketika membentuk berbagai komposisi gambar. Diantaranya dengan memfasilitasinya berbagai jenis lensa. Untuk membuat foto pemandangan misalnya, tentunya dibutuhkan kesan yang kedalaman ruangnya lebih luas. Dalam hal ini umumnya dipakai lensa sudut lebar (wide angle lens)guna menghasilkan lebih banyak subjek atau susunan tertentu. Pun demikian dengan variasi lensa yang lain, selain lensa standar, jenis lensa panjang (telephoto lens) juga diperlukan. Namun bagian yang paling penting dalam proses kreatifitas ini adalah adanya kepekaan artistik (sense of art) dari jiwa fotografernya sendiri. Karena kepekaan terhadap seni foto ini terbentuk dalam proses yang cukup lama. Lewat berbagai macam kreasi, pengamatan serta terus belajar pada orang yang lebih handal, 

Dengan pengalaman itu fotografer akan mengetahui seluk-beluk bagaimana cara menghasilkan gambar yang lebih berkesan. Yaitu suatu imaji yang sarat akan makna dibalik guratan warna yang dihasilkan. Karena ada istilah bahwa fotografi itu sendiri bukan sebagi tujuan, melainkan suatu media untuk menyampaikan ekspresi pemotretnya. ( Teks dan foto: Bambang Parlupi/www.sekolahalamdigital.org)