Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Dimensi dalam fotografi

Sebuah foto dapat dikatakan efektif apabila si pemotret mampu memvisualisasikan idenya ke dalam seuatu imaji gambar. Pada saat mengambil foto sering kali hasilnya kurang efektif karena ide atau konsep pemotret terlalu minim dan sangat tidak diharapkan.

Padahal untuk menampilkan sebuah imaji yang menawan, hasil jepretan selayaknya mampu menghadirkan suatu kesan hidup. Maksudnya si pemotret mampu membekukan seluruh gerakan atau susunan subyek menjadi sebuah imaji gambar yang menawan. Rekaman hasil bidikan tersebut sebaiknya juga harus tetap terasa segar untuk dipandang.

Dengan kata lain suatu kesan hidup yang terpancar dalam sebuah foto akan tampil lebih menarik bila disajikan dalam sebuah ruang (dimensi) yang baik pula. Untuk menghasilkan kesan foto yang mengandung unsur dimensi yang baik memang menjadi hal yang sulit. Karena pada dasarnya suatu dimensi dalam foto tidak terbentuk dengan sendirinya.

Pasalnya ada perbedaan mendasar atara kemampuan mata untuk melihat dengan kemampuan kamera dengan lensanya. Mata manusia mampu menatap sesuatu dalam bentuk tiga dimensi. Namun lain halnya dengan kamera yang merekam subyek-subyek tersebut ke dalam bentuk dua dimensi. Dengan kata lain, agar tampak lebih prima, foto yang secara fisik berbentuk 2 dimensi (bidang gambar) harus dapat ditampilkan menjadi bentuk 3 dimensi (ruang).

Hal tersebut sangat sulit karena membutuhkan tingkat kejelian yang maksimal. Karena fotografer selayaknya mengamati dan menambahkan sejumlah factor pembentuk dimensi dalam gambar. Upaya tersebut juga harus disesuaikan dengan sederet elemen dasar fotografi yang lain seperti bentuk, garis, tekstur. Eleman tadi dikombinasikan dengan beberapa unsur vital seperti komposisi, sudut pengambilan gambar serta pencahayaan yang tepat.

Membentuk dimensi sangat berkaitan dengan jarak pemotretan. Dimensi dan jarak merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam konsep foto yang baik harus terbentuk suatu kesan jarak terhadap suatu subyek yang terekam. Element-elemen pandangan itu merupakan dasar terbentuknya kesan ruang bagi foto secara keseluruhan. Makanya dimensi dalam sebuah gambar akan terbentuk bila terdapat jarak.

Untuk menghasilkan sebuah dimensi yang baik tentunya sangat tergantung pada kejelian pengamatan serta pemilihan sudut pengambilan gambar. Di sisi lain kondisi ruang pandang juga mempengaruhi dalam pembentukan kesan dimensi. Factor penyusunan garis arah juga mampu membuat kesan dimensi yang menawan.

Berbagai macam aris arah seperti garis pantai, jalanan, atau garis tertentu yang sangat menonjol dalam gambar seperti pagar, deretan gedung, susunan pepohonan dan sebagainya berfungsi sebagai pembentuk kesan dimensi. Pemandangan tersebut akan memberi kesan ke arah dalam atau membentuk suatu kedalaman yang mempunyai kesan bahwa foto memliliki ruang ke arah dalam.   

RUANG TAJAM 

Dalam dunia fotografi Depth of field atau istilah lain dari ruang tajam merupakan sebuah ruang yang berada di depan kamera dimana obyek yang berada di dalamnya mempunyai ketajaman yang layak pada gambar yang terekam. Membentuk ruang tajam atau kedalaman ruang merupakan faktor yang sangat kuat dalam pembentukan dimensi gambar. 

Penempatan bagian yang tajam atau jelas akan menghasilkan kesan jarak pemisah antara bagian yang tajam dengan subyek lain yang tampil buram (blur). Bagian yang tajam tadi akan menjadi pusat pandangan atau pusat perhatian dalam sebuah foto. Menurut Grian Giwanda S.Si penulis buku Panduan Belajar Fotografi, panjang ruang tajam juga ditentukan oleh beberapa faktor, sedangkan lebar dan tingginya dibatasi oleh format film seperti yang tampak pada lubang kamera. 

Sejumlah hal vital juga mempengaruhi panjang ruang tajam seperti bukaan diagfragma serta panjang fokus lensa pada kamera. Semakin besar angka diagfragma (bukaan makin kecil) makin lebar ruang tajam yang diperoleh. Sebaliknya bila makin kecil angka diafragmanya makin sempit ruang tajam yang dimampu direkam. Begitu pula halnya dengan panjang fokal lensa. Semakin panjang fokus lensa makin sempit saja ruang tajam yang didapatkan. Dan semakin pendek fokus lensa makin lebar ruang tajamnya. 

Panjangnya ruang tajam dipengaruhi juga oleh jarak antara obyek dengan kameranya. Makin jauh obyek semakin panjang ruang tajamnya. Lensa yang difokuskan pada tempat yang tidak terhingga akan memiliki ruang tajam yang tak terhingga pula. Dalam pemotretan jarak dekat misalnya, semakin dekat bidikan makin sempit ruang tajam yang akan diperoleh. 

Selain ruang tajam bebrapa factor lain yang menentukan pembentukan dimensi atau kesan ruang adalah dengan memperhatikan susunan warna-warna. Aneka warna yang terpancar akan mempengaruhi penampilan gambar secara keseluruhan. Sebagai gambaran adalah warna-warna dominan atau cerah akan selalu tampil menarik perhatian daripada warna-warna lemah. Susunan warna cerah juga mampu menjadi pemisah terhadap warna lainnya. 

Bagian yang cerah juga akan menjadi daya tarik dalam sebuah foto. Jika penampilan nada yang gelap (low key) lebih dominan maka biasanya pandangan akan tertarik pada nada yang lebih cerah (high key). Dalam foto pemandangan misalnya, latar belakang umumnya selalu memiliki kecerahan yang lebih terang daripada latar depan. Pandangan orang yang melihatnya akan cenderung bergerak dari bagian depan yang menampilkan nada yang lebih gelap kemudian bergeser ke latar belakang yang menonjolkan susunan kecerahan Hal tersebut secara tidak langsung telah membentuk suatu dimensi. (Teks dan foto: Bambang Parlupi/www.sekolahalamdigital.org)