Studi & Publikasi

sekolahalamdigital.org

Kewirausahaan


Kami siap melayani anda dalam jasa foto, video, desain grafis dan percetakan serta pembuatan buku. Hubungi kami di Telp/sms/WA:

0812-8523-6156

0813-1072-2645

Follow Us


Pengunjung

 free web counter Counter Powered by RedCounter

Beragam pendekatan dalam karya foto

Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang sering mengganggap karya foto sebagai karya yang objektif. Hal ini berarti bahwa segala apa yang tertekam dalam imaji gambar atau tercetak pada kertas foto selalu menggambarkan kondisi maupun situasi apa adanya. Pandangan masyarakat awam ini cukup beralasan, pasalnya sosok gambar yang terekam dihasilkan oleh alat rekam berupa kamera, baik jenis kamera analog maupun digital, yang mampu merekam situasi di depannya.

Padahal bagi seorang fotografer, buah karya foto yang dihasilkan dapat mencerminkan beragam sudut pandang atau pendekatan dalam tehnik fotografi. Who is the man behind the kamera, begitu istilah yang banyak dikenal di jagad fotografi. Siapa orangnya yang berada di balik kamera? Ya, seorang pemotret, sesosok manusia yang mempunyai jiwa seni, memahami tehnik fotografi dan memiliki pengalaman pribadi.

Hal tersebut akan mempengaruhi seorang fotografer ketika berupaya mengintip gambar dari jendela bidik kamera, mengatur komposisi juga mengamati pencahayaan sebelum menekan tombol rana. Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada karya foto yang bersifat objektif. Semua karya foto selalu mencerminkan cara pandang si pemotretnya.

Di dalam dunia fotografi ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk menafsirkan suatu karya foto Sama halnya dalam karya seni lain, seperti karya sastra, dan karya lukis, ada beberapa macam cara pandang dalam menghasilkan atau melihat karya seni itu. Sejumlah pendekatan yang sering dipakai oleh penggemar fotografi dalam menghasilkan karyanya seperti pendekatan humanis, pendekatan feminis, pendekatan naturalis, pendekatan formalis, dan lain-lain.

Salah satu pendekatan dasar yang umum digunakan untuk menciptakan karya foto adalah pendekatan teknik fotografi: Yakni sebuah cara yang digunakan oleh fotografer untuk menghasilkan gambar yang lebih bermakna. Yang termasuk dalam pendekatan teknis ini misalnya dalam pemilihan subjek foto. Apakah subyek foto itu berupa manusia, hewan, suatu bentuk bangunan atau panorama alam? Dalam hal mausia saja banyak hal yang dapat dijadikan subyek seperti sesosok wanita atau pria. Itu juga bisa di klasifikasikan berdasarkan umur atau latar belakang yang lain. Misalnya, balita,anak-anak, kaum remaja ataupun pria atau wanita tua untuk subyek pemotretan.

Selain itu pendekatan dalam fotografi erat kaitannya dengan pemilihan komposisi serta sudut pengambilan gambar seperti dengan memakai lensa sudut lebar atau tele, panoramic maupun memotret dengan tehnik close up maupun medium close up. Begitu pula dengan pemilihan media perekam yang digunakan sebelum memotret. Media perekam semacam slide, film negatif, maupun perekam digital sangat erat kaitannya dengan kamera yang dipakai, berupa jenis kamera analog ataupun digital.

Bagi para penggemar maupun pekerja fotografi baik yang masih amartir serta professional, bebas saja memilih cara pandang tentang fotografi itu sendiri. Banyak dimensi yang dapat mempengaruhi para fotografer dalam proses penciptaan sebuah gambar. Pendekatan yang lebih naturalis seperti memotret panorama alam, mengabadikan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari lewat seni foto jurnalistik serta human interest atau memilih eksotika model perempun atau suatu bentuk arsitektur yang unik, dapat dipilih sebagai tema yang artistik.

Apalagi ditengah maraknya era digital dan teknologi informasi saat ini, telah lahir beraneka style dalam khazanah fotografi seperti street photography atau urban surrealisme photography. Perkembangan aneka gaya dan pendekatan dapat menjadi inspirasi yang luas bagi penggemar seni “melukis dengan cahaya” ini. Hal tersebut semakin diperkuat, ketika para pecinta seni foto itu sering meng “klik” situs-situs fotografi di jagad maya.

Namun disisi lain, tak hanya secara teknis saja yang diperlukan dalam menghasilkan imaji foto yang menawan. Dalam buku. The Tao of Photography (Seeing Beyond Seeing) yang ditulis oleh seorang fotografer sekaligus pengajar, Philippe Gross, Ph.D. bersama seorang professor psikologi S.I. Shapiro, Ph.D, menyatakan bahwa sebaiknya para fotografer lebih menekankan kreasi dan kepekaan fotografi dibandingkan sekedar membahas fotografi secara teknis.

Hal serupa juga pernah ditekankan oleh seorang fotografer legendaris dunia, Elliot Erwitt. Ia mengatakan:

 "To me, photography is an art of observation. It's about finding something interesting in an ordinary place…I've found it has little to do with the things you see and everything to do with the way you see them." (Bagi saya, fotografi adalah sebuah seni observasi. Seni dalam mencari sesuatu yang menarik dari sebuah tempat yang biasa saja… Hal ini hanya sedikit berhubungan dengan apa yang kita lihat dan sangat berhubungan dengan cara kita melihat)

(Teks dan foto: Bambang Parlupi / www.sekolahalamdigital.org)